 |
Rehabilitasi Ruang Kelas sebanyak tiga Ruang bersumber dari DAK tahun 2019 SDN 02 Bangun Jaya, Kecamatan Gunung Agung, Kabupaten Tulang Bawang Barat
diduga asal jadi dan menjadi bahan bancakan oleh oknum kepala sekolah dan panitia rehabilitasi sekolah,
Tulangbawang Barat -- Rehabilitasi Ruang Kelas sebanyak tiga Ruang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan waktu pengerjaan 120 Hari dengan jumlah pagu Anggaran Rp.320.205.409 Tahun anggaran 2019 di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02 Bangun Jaya, Kecamatan Gunung Agung, Kabupaten Tulang Bawang Barat
|
diduga asal jadi dan menjadi bahan bancakan oleh oknum kepala sekolah dan panitia rehabilitasi sekolah, Selasa (20/8/19).
 |
Rehabilitasi Ruang Kelas sebanyak tiga Ruang bersumber dari DAK tahun 2019 SDN 02 Bangun Jaya, Kecamatan Gunung Agung, Kabupaten Tulang Bawang Barat
diduga asal jadi dan menjadi bahan bancakan oleh oknum kepala sekolah dan panitia rehabilitasi sekola
|
Pasalnya, saat beberapa media turun di lokasi kegiatan tersebut, ditemukan ada beberapa bahan material yang digunakan disinyalir tidak sesuai dengan RAB yang telah ditentukan.
diantaranya, seperti pengguaan besi dengan ukuran yang lebih kecil dari sebagaimana mestinya.Tak hanya itu, mengenai formasi adukan semen dan pasir untuk pemasangan bata di duga sengaja menggunakan adukan yang tak sesuai sebagaimana mestinya dengan cara melebihi ketentuan yang ada.
Kecurangan tersebut dibeberkan oleh beberapa nara sumber selaku tukang/pekerja yang enggan disebut namanya menjelaskan, perihal tekhnis pengerjaan rehabilitasi ruang kelas tersebut mereka (tukang, red) diperintahkan oleh pihak sekolah untuk menggunakan besi dengan ukuran yang bervariasi seperti besi ukuran 12 kes di campur denga besi ukuran 12 banci dan besi kolom cincin menggunakan ukuran 8 banci serta jarak kolom cincin pada tiyang coran dengan jarak 20 hingga 24 CM.
 |
Rehabilitasi Ruang Kelas sebanyak tiga Ruang bersumber dari DAK tahun 2019 SDN 02 Bangun Jaya, Kecamatan Gunung Agung, Kabupaten Tulang Bawang Barat
diduga asal jadi dan menjadi bahan bancakan oleh oknum kepala sekolah dan panitia rehabilitasi sekola
"kalau kami hanya sebatas pekerja pak, terkait penggunaan material kami menerima material yang dibelikan langsung oleh pihak panitia dan sekolah, selain itu, terkait adukan semen kami hanya menjalankan intruksi dari mereka serta jarak kolom cincin semua tiyang coran kami di intruksikan menggunakan ukuran 20-24 CM ," beber tukang kepada awak media.
|
Sementara hingga berita ini di terbitkan, kepala sekolah maupun pihak panitia belun bisa di konfirmasi lantaran saat di sambangi yang beesangkutan sedang tidak ada di tempat. (Roby/Tim)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar